Thursday, February 22, 2018

Random Talks | STOP NYAMA-NYAMAIN ORANG!

gue ketrigger untuk nulis postingan ini karna ada suatu kasus dimana salah seorang temen  gue  curhat tentang dosen di kampusnya yang hobi generalized orang, terlebih lagi cara dia menyampaikan ideanya di media sangat offensive
and i was kind of... 'prihatin' karna individu ini semakin menambah living proof bahwa dengan mengenyam pendidikan tinggi, dengan kemajuan teknologi, tidak serta merta menjadikan seseorang pintar dan bijak dalam bertindak.

Meskipun pada awalnya gue juga adalah seorang yang waktu putus cinta berfikir bahwa "ah semua cowok sama aja, brengsek" atau "pantesan aja si A begini orang asalnya dari suku ini". Namun semakin gue bertumbuh, pergi ke banyak tempat dan bertemu banyak orang gue makin sadar  bahwa kita tidak hidup di masyarakat yang hitam dan putih, ada sebuah spektrum di masyarakat kita.
inilah kenapa gue sangat amat menentang seseorang yang menyamaratakan semua hal terutama sifat dan behavior manusia.

Jadi awal kejadianya temen gue pernah mendapati salah seorang dosenya, mengunggah snapgram berisi vidio dia dan temanya yang sedang makan pop mie dengan tulisan "pantesan remed, makananya micin terus sih" intinya gitu. Padahal temen gue itu belum tidur dan makan karna dia harus kuliah sambil kerja dan diwaktu yang sempit dan cuaca yang buruk cuma ada pop mie untuk dimakan

ini juga adalah hal yang gue sesalkan, kenapa ada orang yang hobi spying (menguntit)?
tau gak? kalau orang yang kalian unggah foto atau vidionya itu tau dan gak terima kalian bisa kena sanksi yang gak main-main loh!
despite of memikirkan kenyamanan orang lain, kalian harus punya second thought untuk misalnya vidioin aktifitas orang karna kalian gak tau apa yang sudah dialami orang itu. Seperti teman gue itu contohnya. Please just be respectful to others.

Kemudian karna teman gue merasa tindakan dosenya tidak benar, akhirnya ia mengunggah sebuah teguran yang indirectly ditunjukan bagi dosenya tersebut, dimana menurut gue caranya dia masih sopan dan bisa diterima, tidak ada kata-kata kasar maupun niatan mengintimidasi

namun kemudian, setelah dosenya notice kalo dia disindir dan dosenya tersinggung, dosenya membalas dengan  mengunggah juga sesuatu yang mengandung unsur sarcasticism.
ia mengunggah entah opini atau asumsi dari seorang ahli psychologist, gue lupa siapa namanya, berisikan gini "orang-orang yang suka bergonta ganti warna rambut menurut riset adalah orang-orang yang memiliki kecendrungan lebih, mengidap mental illness"
dan sangat-sangat kebetulan, temen gue ini suka gonta ganti warna rambut.

Gue ke-trigger karna
1.dia adalah dosen, which is masih 'guru' yang kalo kata dilan akan digugu dan ditiru, kebiasaan menguntit orang yang gak dia kenal adalah contoh yang necessarily bad, untuk murid-muridnya maupun followers dia yang lain.
2.dengan studi kasus dari si ahli psikologi tersebut, ia men-generalisasi semua orang dengan kebiasaan bergonta ganti warna rambut itu punya gangguan kejiwaan.
Padahal studi mengenai manusia itu  sangat kompleks, okay.. i do not take any specific studies about humans or their behavior, tapi cukup dari pengalaman  gue bertemu banyak orang, gue sudah cukup paham bahwa nggak ada ilmu pasti yang bisa nge-define humans.
bahkan tes kepribadian aja yang tadinya cuma introvert extrovert sekarang semakin berkembang. So what does it tells you? it tells you that humans are different one another, unpredictable, and unique.

asumsi dan hasil riset mengenai manusia semuanya adalah kecendrungan, mereka mengambil sample dari beberapa manusia dengan latar belakang tertentu, di komunitas tertentu. Even if it's true, dan ada kecendrungan dalam diri manusia tersebut yang membutktikan hasil riset itu  benar, tapi mempelajari manusia tidak sesederhana itu. Dan karna satu manusia, satu komunitas atau kelompok bertindak dan memiliki kecendrungan demikian, belum tentu semua manusia sama seperti itu.
Karna itu tadi,
mereka unpredictable
bisa jadi hari ini A  besok B, and so on and so far.
Correct me if i'm wrong, tapi sejauh yang gue tau bahkan empirisme dalam ilmu filsafat menerangkan bahwa pengetahuan datang dari pengalaman manusia dan menolak bahwa itu semua datang dari fitrah yang dibawa oleh mereka sejak lahir.
More over, mempelajari kepribadian seseorang tidaklah seperti mempelajari sains
yang hasilnya sudah pasti, bisa dihitung dan diprediksi. it's very hard to understand the  complexity of people, jangankan coba mempelajari orang, emang yakin? kalo lo sendiri udah mengenal diri lo dengan baik?
Itulah kenapa, it's very regretful to see those kinds of people. Yang suka generalized orang seenak jidat..

Well, gue gak expect people untuk sependapat dengan gue
Cause basically... di masyarakat yang consist of various background and perspectives ini
Perbedaan pendapat sangat lumrah terjadi, tetapi ketika kita memaksakan pendapat kita terhadap  orang lain, sehingga orang lain bisa berpendapat sama dan terjadi keseragaman cara pandang, menurut gue personally disitulah  ketidak lumarahan itu terjadi.
Gue bersyukur bahwa gue tumbuh di lingkungan yang tidak toxic, the decision that i made bukanlah hasil dari tekanan society, tapi we need to acknowledge bahwa masih ada banyak lingkungan  yang mungkin didalamnya melekat stigma-stigma yang berpengaruh pada keputusan yang diambil seseorang hingga meng-shape dia menjadi individuals yang juga stigmatis.
Seperti  melihat bahwa depresi berarti gila, kalau mau sukses harus jadi dokter atau insinyur, wanita tidak capable untuk memimpin dan menuntut ilmu karna nanti nggak ada yang mau nikahin dia karna laki-laku pada minder deketin dia (the hell, this is the most ridiculous thing i've ever heard) dan banyak lagi beliefs di masyarakat yang tercipta akibat anggapan-anggapan yang 'mungkin' benar pada masanya.
ketika informasi sangat minim, kemajuan teknologi belum sepesat saat ini, dan industri kreatif belum berkembang.

Gue tidak mempersalahkan adat maupun sistem yang tercipta di masyarakat sejak lama sehingga menanamkan gagasan-gagasan yang ada di masyarakat saat ini. Gue berpendapat bahwa nggak bisa selamanya kita berpegang pada gagasan-gagasan tersebut seiring berjalanya waktu dan berkembangnya zaman, karna gagasan-gagasan tersebut sudah tidak lagi valid dan relevan.

Segitu dulu, correct me if i'm wrong, thankyou udah baca dan mampir ke blog ini :)

Friday, February 9, 2018

Mama, tadi malam aku sulit tidur.

Mama, tadi malam aku sulit tidur.
Aku menangis, tidak tau menangisi apa.
Entah, meratapi dosa-dosa ku kepada mama, membayangkan sesuatu yang buruk terjadi
pada mama dan papa, ataukah karna berat rasanya aku kembali ke perantauan?

Aku menatap kosong ke wajah mama yang terlelap, mau mencium kening
saja, aku tak kuasa.. apalagi kalau harus membangunkan mama.
Tak kuasa.. karna aku malu kalau mama melihat aku menangis tersedu-sedu
Meski kenyataanya mama selalu lihat aku menangis..
karna bermusuhan dengan teman, patah hati, atau sekedar karna habis nonton drama korea
Ah, mama... selalu mama yang menyeka air mataku.

Tidak ada yang menggambarkan kedekatanku dengan mama..
Lebih dari sekedar ibu dan anak gadisnya.
Kami menyimpan banyak rahasia bersama,
Mama adalah tempatku berkeluh kesah begitu pula sebaliknya.
Mama selalu ikut serta dalam setiap pengambilan keputusan
Bahkan saat aku bingung harus makan atau mandi dulu.

Mama nggak pernah marah aku bangun siang
Mama nggak malu aku gak lolos ujian masuk PTN
Mama selalu jadi orang pertama yang mendukung dan memberi modal
untuk bisnis-bisnis ku yang ingin aku coba dan nggak pernah ditagih lagi.
Mama yang selalu belain aku kalau aku dimarahin papa waktu SMA dulu.
Mama yang selalu kasih masukan soal gambarku dan
Mama juga lah yang dari dulu menyeleksi cowok cowok yang ingin dekat sama aku.

Meskipun dulu aku ngelawan terus, mama ngga pernah bosan menegur, mengingatkan dan mendoakan supaya hatiku bisa luluh.
Pokoknya, nggak akan cukup kalau aku harus menceritakan tentang mama.
Mungkin, itulah yang membuat aku se-emosional ini kalau dengar lagu-lagu, puisi, cerita dan ceramah tentang ibu.
Karna.. Sebegitu luar biasanya sosok mama untuk aku.

Tidak hanya mama, papa juga tak kalah hebat.
Meskipun papa hobi ngarang cerita, punya bias politik, dan seringkali nyebelin
Tapi papa adalah sosok yang sangat inspiratif.
Mungkin nggak banyak yang tau, aku dekat sekali sama papa.
Waktu umurku lima, aku jadi tempat curhatnya
Aku sampai pernah tanya ke guru ngajiku, solusi apa yang sebaiknya aku beri ke papa supaya papa nggak sedih lagi.
Kemudian saat aku SD sampai SMP aku sering diajaknya ke mangga dua, lihat-lihat komputer rakitan, aku sering memperhatikanya memasang software dan hardware ini itu, sayangnya ingatan itu melekat cuma sedikit.
Lalu papa belikan aku CD-DVD permainan dan dia ajarin aku cara menginstallnya,
Papa belikan aku dan adiku PS2 dan seringkali kami main sampai pagi.

Papa juga sangat suportif, ketika tau aku mau jadi pebisnis
Seperti dirinya...
Tapi, justru waktu SMA aku sering bertengkar sama papa karna aku dan papa sama sama gak mau ngalah dan gak mau salah.. ah, terlalu banyak sesal yang berlalu begitu saja.

Aku memperhatikan wajah mereka yang sudah mulai banyak kerutanya, flek-hitam, dan rambutnya.. sudah mulai memutih
Aku mulai terenyuh, ada rasa sesal yang teramat sangat mengingat aku belum jadi apa apa dan siapa-siapa... ada ketakutan.. kalau kalau mereka dipanggil yang maha kuasa sebelum sempat aku bahagiakan...
Aku tidak siap dan tidak akan pernah siap!
Nanti siapa yang menyeka air mataku? Mengajariku mengemudi? Berdebat soal politik? Diskusi tentang berbagai masalah dan bergosip? Nanti siapa yang minta cariin baju di instagram? Siapa yang ajari aku ini itu?
Kepada siapa aku harus bersandar?

Mama, papa.. tadi malam aku tidak bisa tidur...
Aku menyadari betapa selama ini kalian sayang aku.. dan aku sayang kalian..
Mama, papa... tadi malam aku tidak bisa tidur...

Thursday, January 11, 2018

KOREAN STREET FOOD DI JOGJA!

Jogja itu bukan cuma surganya wisata alam dan budaya tapi juga kuliner.
Nah, selama gue kuliah disini gue menemukan banyak sekali restoran, cafe, bistro, kaki lima, kios, dan sebagainya yang memanjakan lidah, dari mulai yang murah sampe yang agak sedikit mahal,
dari mulai yang khas jogja sampai kuliner mancanegara, kalian bisa nemu  di jogja.

Kebetulan kemarin aku habis nonton vlog kuliner nya RiaSW 
pas doi lagi di korea, doi jajan hotdog kentang, bibimbap, tteokpokki (bener gak sih gue nulisnya), dan banyak lagi yang lainya


but the good news is, kamu gak harus jauh-jauh ke korea, karna particularly di jogja udah banyak restoran yang jual korean fusion. Yay!
jadi,  kalau kalian cari  hotdog kentang kayak yang dimakan sama RiaSW kalian bisa ke warung mimilk di jalan candi gebang (persis didepan apotek K24) mereka jual hotdog  kentang ini, terus susu murni juga, bisa dine in ataupun dibawa pulang, the price start  from IDR 5000-15000
nah  kemarin ini aku beli hotdog kentang yang small seharga IDR 5000 dan mozarella bites (kalo gak salah namanya itu) seharga IDR 15000


Selain di warunk mimilk, ada juga musiro korean  fusion, dia jual ramyeon ala korea, tteokpokki, bibimbap, dan banyak lagi lainya,
aku kesana dua tahun lalu  dan pesen ini (akupun lupa nama menu nya dan habisnya berapa) 
dulu pesan tteokpokki juga toppingnya cheese  tapi gak  kefoto  karna keburu laper hahaha
seingatku dulu ku makan berdua habisnya IDR60,000  atau sekitar IDR70,000 lah. 
murah kan!



 selebihnya kalian bisa  cari-cari lagi di google, atau kalo kalian punya rekomendasi kalian  boleh comment dibawah!
sebenernya ada  sih restoran yang lebih high end kayak sorae, dll. semoga aja suatu saat ada rezeki jadi bisa mampir kesana (hahaha) xo xad.


Sunday, November 19, 2017

Random Talks with Yudho | "Cinta bisa ditumbuhkan" atau "Prilaku bisa berubah"

The best way to kill the time, is to enjoy it right?
Jadi kemarin itu gue ngobrol sama Yudho while nungguin film nya mulai, kita mau nonton justice league.
Filmnya mulai pukul 23.00 dan kita masih punya sekitar 30 menit. to avoid jajan jajan (beli popcorn dan junkfood lainya) karna kita lagi ngirit, (haha) akhirnya kita ngobrol-ngobrol aja sambil duduk-duduk di ruang tunggunya CGV gitu, dan tentunya sambil memperhatikan orang lalu lalang dan makan jajanan mereka (Sedih) hahaha.
Topik yang dibahas macam-macam dari nggak penting, sampe nggak penting banget.

Then, gue keinget pertanyaan tante gue di status facebook nya yang gue comment in the previous day.
My aunt write that yesterday, a man asked for her opinion, should he marry a girl who is "wifey-able" (lol is that even a word). this girl is a really nice figure but he doesn't love her at all (perhaps 
he literally has no interest at all, no chemistry at all, towards this girl) uhh ohhh!
and it continues 
"pria harus jatuh cinta. Wanita cukup percaya, kenapa ? karna pria akan banting tulang dan menjadi tameng, bayangkan kalau itu dilakukan tanpa pondasi tjintahh (re:cinta) betapa lelah dan sakitnya bertahan hidup  

(i'm speechless now hahaha). lol, and when i leave a comment on her status, she gave me this question :


I can't tell what is my answer :p
yang jelas memang Islam, sudah membuat parameter untuk kriteria imam dalam rumah tangga,
tapi fenomena cinta buta, cinta mati, itu exist.
Yah, namanya cinta ya, susah sih kalo misalnya udah "insanely in love" gitu, Semua kecacatan dan kejahatan jadi tidak nampak, mungkin bukan karna 'cinta' nya sebenarnya (tapi nafsu), karna manusia sekarang suka me-rename nafsu dengan macam-macam terms. 

Then, aku tanya ke Yudho, which one will you choose kalau jadi wanita, karna wanita hanya perlu "percaya". 
percaya apakah  cinta bisa ditumbuhkan seiring berjalanya waktu (setelah menikah) dengan good guy tersebut,
atau
percaya apakah behaviour (prilaku) si bad guy ini bisa berubah dengan  besarnya cinta yang kita miliki (uuuuh)
okay.

so yudho answer issss...."...."
"i'll choose the suami-able person, soalnya dia udah punya husband material yang kayak mengayomi, menyayangi, menafkahi, nantinya juga dengan kasih sayang dia dan prilaku dia ke kamu, kamu bakal luluh, even tho it takes time. let's see.. di skenario yang akan terjadi setelah kamu menikah sama bad guy you insanely in love with, dia nggak punya husband material  sama sekali dengann ego nya dia akan bisa nyiksa kamu lahir batin, it's going to harm you in long term, dia ga akan fikir panjang untuk nyakitin kamu meskipun kalian berdua in love.
Lagipula tidak ada yang bisa guarantee kalo bad guy ini bisa berubah, you can say it's also takes time, tapi realistically speaking, kebiasaan dan prilaku nya itu terbentuk entah sudah dari berapa lama, it also takes a lot of effort to change someone's behavior, 
you gotta strive to make it happen.
Sedangkan di skenario ketika kamu dengan good guy you doesn't have any feelings for, at least dia nggak akan menyakiti kamu, dia akan memuliakan kamu, dan fikirkan gimana keturunan kalian, figur seorang ayah nantinya akan sangat penting. Therefore i'll choose the husband-able person."

gue : "emang ngga bisa ya kita dapet yang suami-able dan kita cinta"

"possibilities ada, tapi itu too good to be true"

hidup itu antara 'B'irth and 'D'eath wich is 'C' Choice.
jadi kalau kalian? pilih mana?


Saturday, October 7, 2017

Random Talks with Kiki Sahib | Awkarin Case "Kuliah x Karir"

Ada sesuatu yang menarik ketika gue hendak menulis obrolan gue dan kak Kiki tempo hari. Sebenarnya banyak topik yang gue dan kak Kiki bahas (maklum ya namanya juga cewek, dari ngomongin cowok, artis, pengalaman, cita-cita terus ujungnya jadi kemana-mana) nah, kenapa akhirnya gue mengangkat judul "kuliah x karir"?

kalian bisa baca dulu case yang gue screen shot dari salah satu akun instagram hate dibawah ini :
  

gue yakin pasti cara kalian merespon case diatas akan beragam, ada yang agree maupun disagree dengan si mbak selebgram yang katanya penghasilan nya 30 juta perhari tersebut.

disclaimer : akun hate tersebut  muncul di bagian explore instagram gue, gue  nggak nge-hate awkarin in anyway, gue pernah follow awkarin waktu gue masih SMA, if i'm not mistaken waktu itu dia masih bergaya "cute but psycho". gue follow dia sampai waktu dia mulai sering bikin vlog dan mini video di youtube which masih pacaran sama Gaga Muhammad. Gue suka cara dia me-manage feeds instagram nya dan menurut gue  dia juga memiliki taste of fashion yang bagus. Meskipun akhirnya gue unfollow dia karna in my opinion, makin kesini she tends to get public attention by controversy. (itu thoughts gue loh boleh setuju boleh enggak)

Jadi, mbak selebgram ini berpendapat bahwa the reasons why orang-orang mengenyam pendidikan saat ini adalah demi gelar dan mencari pekerjaan semata. Ia menganggap dirinya tidak butuh itu karna dia sudah punya huge income dari endorsement dan popularitasnya.

i regret her opinion, alasan paling mendasarnya adalah karna pahlawan pendidikan kita in historical context, udah berjuang mati-matian supaya generasi kita ini bisa bersekolah, menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya supaya kita bebas dari penjajahan. Mereka sadar, masa depan bangsa ini ada ditangan kita, generasi penerusnya. Terus si mbak ini datang dengan santainya bilang "kuliah di indonesia itu pembodohan, kuliah itu nggak perlu karna goals dari kuliah, which is mendapat penghasilan, sudah bisa saya capai." atau bahkan dengan arogan nya melontarkan pendapat bahwa penghasilan dia jauh lebih besar ketimbang orang-orang yang saat ini punya tittle dan kerja formal.

girl, please.. realistically speaking. lo nggak akan selama nya juga jadi selebgram.
Gue jadi inget motion di National University Debating Championship tingkat nasional yang baru beberapa bulan lalu gue ikuti "TH as Millenial, Would uninstall instagram from our phones"
hehe, cerita sedikit. Gue jadi closing goverment, got fourth rank karna basically harms nya instagram udah dibawa semua sama opening goverment, tentang false expectation dan un-genuine nya kids jaman now yang jadi korban instagram.
waktu minta constructive feed back, (waktu itu chair nya kak Rivan (kalo gak salah))
Dia bilang "lo bisa jelasin, kenapa akhirnya yang jadi korban justru millenial yang merasa selebgram itu sendiri, kenapa? karna mereka trapped into a perceptions, bahwa karir mereka sebagai selebgram dan penghasilan yang mereka dapat sekarang itu sustainable"

nah! melihat case ini gue jadi inget akan hal itu. Kasihan juga sih si mbak selebgram ini, jadi menganggap pekerjaan dia yang sekarang ini memberikan penghasilan yang tetap. Padahal orang-orang bisa unfollow dia kapan aja, bisa lupain nama nya kapan aja, dan awkarin-awkarin lainya yang lebih potential bisa muncul kapan saja.

Dan alasan kedua yang tidak kalah penting adalah, penggemar mbak ini cukup banyak dan rata-rata anak sekolahan, bisa dibayangin dong kalo misal mbak ini berbicara kepada media bahwa kuliah di indonesia semacam pembodohan dan mahasiswa yang dia katakan "exceptions" hanya 1%
bagaimana nantinya adik-adik kita akan perceived  pendidikan?
bagaiman jika suatu saat mereka menolak berkuliah dan bilang ke orang  tua mereka untuk jadi selebgram aja?
mau dibawa kemana Indonesia raya kalau generasi muda nya sudah menolak untuk menjadi terdidik?

Menariknya, how Awkarin perceived education, pernah juga dialami oleh gadis cantik lulusan UPN Veteran Yogyakarta jurusan Hubungan Internasional, yang kini berprofesi sebagai model dan make up artist. Sebut saja Kiki.
(kalian bisa lihat-lihat portofolionya di instagram @kikisahib @kikisahibmua )
kalau diceritain dari awal gimana bisa kenal dan akrab sama kak Kiki, nanti kalian ngantuk baca blog post kali ini. So langsung aja
Jadi,, pertemuan kita tempo hari adalah karna kak Kiki sedang dalam proses menulis tulisan yang nantinya akan di post di blog pribadinya, ia butuh sumber supaya tulisan nya objektif.
And i'm so excited that i was the one who is choosen to be interviewed.
Setelah selesai interview kita ngobrol banyak seputar kuliah dan pengalaman kak Kiki selepas wisuda.
"dulu tuh ri, aku nggak pernah ada fikiran untuk kuliah!" seru nya.
"aku bilang sama papa dan mamaku kalau aku maunya ikut sanggar atau kursus apa aja yang jadi hobi aku, dulu kan lagi senang-senangnya nge-dance tuh ya, nah aku tuh maunya nari aja"

sempat kaget juga sih "serius ka? terus gimana respon orang tua kakak?" tanyaku, soalnya kalo aku bilang gitu ke orang tuaku yang ada aku di jodohin terus disuruh nikah.

"iya ri, terus papaku jelasin begini"

"sekarang begini ya, mama dan papa nggak akan ada selamanya untuk kamu, meskipun ada saudara, kamu yakin mau ngerepotin kakak dan saudaramu nantinya? Kamu tidak bisa mengandalkan hanya skill yang kamu miliki, sekarang S1 itu penting, mana tahu nanti jaman kamu S2 lebih penting. Kuliah itu yang dilihat proses nya, kamu nggak cuma belajar ilmu-ilmu yang berkaitan sama jurusan mu aja, kamu akan melihat lingkungan yang lebih luas dan bertemu berbagai macam orang"

"nah akhirnya dari situ aku setuju untuk kuliah, sayangnya aku nggak pernah dapat jurusan yang ku pingin, aku kan pingin banget ambil sastra inggris tuh, yaudah karna denger-denger HI juga ada unsur bahasa inggrisnya dan lebih luas ya tentang politik bisnis dan yah namanya juga HI kan, relasi dengan luar negeri. Jadi deh aku ambil HI. Bisa dibilang aku juga ngasal ngambil jurusan HI"

Gue setuju banget sama nasihat dari ayah nya Kak Kiki, dunia akan semakin dinamis kedepan nya dan satu satunya yang bisa kita lakukan adalah keluar dari zona nyaman, hebatnya Kak Kiki, meskipun seringkali merasa salah jurusan dan asal pilih, tapi dia bisa survive bahkan lulus cumlaude!

Kalau soal  mahasiswa exceptions , gue dan ka Kiki juga kemarin sempat membahas soal ini
yang dimaksud Karin sebagain exceptions adalah mahasiswa yang tidak biasa-biasa.
Mungkin dia belum pernah melihat orang-orang yang bisa berbisnis sambil mengejar gelar sarjana, yang sudah meniti karir meskipun masih berstatus mahasiswa.
justru lingkungan perkuliahan adalah lahan baru bagi mahsiswa mahasiswa exceptions tadi, untuk memperbanyak relasi dan pengalaman, sebagai yang juga berkarir sambil bersekolah
gue dan kak Kiki setuju bahwa hobi bisa dijadikan sampingan, menekuni keduanya bukan hal mudah tapi bukan juga tidak mungkin kalau berjalan beriringan.
jadi bukan berarti karir menghambat sekolah dan sekolah menghambat karir itu  sendiri, bukan berarti juga orientasi seseorang bersekolah adalah sekedar bisa bekerja kantoran, bukan.
it's much more than that.
we're chasing tittle for prestige? exactly, karna dengan itu kita tidak bisa diremehkan,
dengan itu kita bisa meyakinkan seseorang pada first impression bahwa kita master dibidang yang kita offer, tapi bukan berarti sebatas itu saja. gelar sarjana menurut kami juga bentuk dari tanggung jawab.
Ka Kiki bilang, bisa aja sampai di jogja kita nggak kuliah semestinya, bisa saja ia memfokuskan diri hanya dibidang yang ia ingini : makeup,  tapi pendidikan adalah tanggung jawab terhadap orang tua yang sudah membesarkan kita, dan pasti ingin anaknya punya derajat yang tinggi
dan dari situlah menurut ku pula derajat yang tinggi cuma bisa didapat dengan menimba ilmu
dan mengamalkan ilmu tersebut.

Mungkin ada juga yang mau berkarir dulu baru kuliah karna issues yang dihadapi orang berbeda-beda dan menurut gue itu sah-sah aja, fitrah manusia adalah untuk terus berusaha sambil berdoa, selama ada intention untuk mengembangkan diri dan selalu belajar mau sekolah dulu baru karir, sebaliknya, atau berbarengan keduanya, yang penting adalah kemauan dari dalam diri.
it's an irony kalau karna merasa sudah bisa cari uang terus merasa tidak butuh ilmu, atau hanya berorientasi sama ilmu aja tapi nggak diamalkan, padahal sebaik-baiknya ilmu adalah yang bermanfaat untuk banyak orang.

parameter sukses bisa berbeda-beda in each persons.
Gitasav merasa sukses adalah ketika kita bisa bermanfaat untuk orang banyak, dan kak Kiki berpendapat sukses adalah ketika kita mendapat apresiasi dari orang lain.
ada juga pasti yang bilang sukses kalau sudah setajir artis hollywood, maupun punya jabatan tinggi.

Menurutku, sukses adalah ketika kita bisa membantu orang lain
mendefinisikan sukses versi mereka sendiri.

Jadi kalau menurut kalian sendiri gimana?

Wednesday, October 4, 2017

Random Talks | 'Beauty Standards'

my english writing is not so good, i'm sucks at grammar, but i think some of the times i need to write something in english just to make myself get use to it, so let's try.

here's my thought on how i see nowadays's women.

I'm a debater, and the terms Feminism never been something new to talk about,
we've heard a lot about every single things regarding feminism,
and from what i've  seen in social media, most of the people are well educated to understand why feminism was there, and plenty of them are aware about this issue as well. even tho there's also some of conservative groups in society who disagree with feminism.
I don't think that i need to explain about feminism's historical context, cause we're all understand how worthless a women and how horrible the discrimination towards the women is back then.
Yet we're all also agree that they've undergone several phase to be recognize by the society, to eradicate the beauty standards which has been set by the patriarchist, and to have the freedom of choice, the freedom to determine their own future.

Well, here's the funny thing.
I've seen by myself, that the beauty standard is not something that's set by the partriarchist anymore, it such an irony that nowadays the beauty standard it self is set by the women who call them self as feminist.
Women today's aren't genuinely proud of being them self, the rise of beauty products, and plastic surgeries prove to us that those things are highly demands, people are happened to perceived  women as an object, as a market place by put an iconic, insanely pretty girl as the measurement of beauty. And get worsten by the rise of internet, and social media as well. In contradiction that they supposed to be the platform to promote and uphold this movement

Us, Women. unconsciously trying to meet those standarization only because we want to buy society's compliment.
just because out there, skin care commercial shows us a model with fair skin then society perceived that  the definition of beauty, determine by your skin tone.
This also shown by the phenomena of body goals, where women trying  to shape their body, even be as skinniest as possible, then walk with their brows done. And those who meet the criterias will be the "fairest of them all"
In oftentimes is see woman do body shamming towards the other woman whether they  are trying to be them self or change the shape of their lips, doing nose jobs etc.
by saying "you are a horrible bitch looks pretty just because of the nose job"
or "go to  hell, my ass looks even better than your face"
or even "let  me buy you some cosmetics so your face would not ruin my instagram timeline"
how cruel was that?
You'll always gonna be wrong in the perspective of society.

Some of you may say that it's okay for those girls to have their brows done, to have a plastic surgery, etc. because it's their rights to do what ever they want to  their bodies, and faces.

But try to ask your self a questions, when you bought a skin care  are you really buy those products because of you need them, or because of you want to look just like the pretty models or even just because your friend looks good on it?

as well as wearing make up, i do wear makeup some of the times, i love to see my self on makeup. but i'm regretting those who feels like  they aren't  pretty enough without make up, then they relay on make up to covering up their flaws, i'm regretting those who feels insecure if someone out there sees them without their make up on.
Yet i'm also regretting those prejudices that says, there's a girl who only look pretty because of they good at make up.

My boyfriend ever told me this :
"make up should not be something to covering up your flaws, but something to raise your inner beauty, or to show the excess part of your face" and i'm kinda agree with him.

So, you girls need to understand that your self is not something to be ashamed of
you may not a beauty queen but you're beautiful you (just like what selena said in her songs right? haha)
you need to take a look on you purposes when buying a beauty / aesthetic product, make sure that you are buying and using them because of you want to be grateful for what you've got, for what god has given to you, so you want to take care of them as much as possible

If you want others to respect and appreciate you, you need to firstly love your self.
You don't need to compare your self to other, you doesn't always have to meet others expectation,
when you feel comfortable with no makeup then don't wear them
if you feel comfortable with make up then  go wear them
life is as simple as that, no need to think about other's prejudices.
you don't need to be kylie and kendall Jenner  to be pretty.
You just need to  be you.

Don't follow the beauty standards, create your own.







Tuesday, October 3, 2017

Random Talks with Yudho | 'Multi-talent'

It's been a little while since the last time i'm writing in my blog,  well.. let's start with hi.
hi! it's really great to be back, september was really hectic yet exciting.
and finally after all, gue ada kesempatan untuk menulis lagi di blog.

apparently gue akan lebih sering  menulis obrolan random gue  dengan orang-orang entah itu Yudho, teman-teman bahkan supir grab atau orang yang tidak pernah gue kenal sebelumnya
since di semester ini gue nggak ada kesempatan untuk jalan-jalan dan menulis sesuatu yang menarik
untuk dishare ke kalian.
despite the facts that tingkat ke-mager-an gue untuk keluar dari area condong catur is overrated.
jadi menurut gue supervising ke tempat para pengrajin sudah terhitung sebagai jalan-jalan bagi gue,
ada sih waktu untuk berlibur.. ke pantai atau ke hutan gitu misalnya, tapi gue merasa mulai mengenali diri gue sendiri, gue tidak bisa memaksakan diri gue untuk pergi liburan yang menguras banyak energi, jadi yah.. gue sama Yudho biasanya hanya pergi ke mall untuk cuci mata, makan siang atau makan malam bersama (ini udah jadi rutinitas sih kayaknya) dan mengunjungi festival kuliner di Yogyakarta. (kita biasa menyebut ini energy saving mode )

Moreover, kita berdua udah ada di penghujung tahun perkuliahan, kita udah semester lima sekarang,
which menurut gue semester lima dan enam itu kayak masuk ke dalam stage permainan taken yang aura nya horor dan kita harus siap-siap bertempur lawan 'devil jin'. Dan kalo nggak mengatur strategi dan jurus-jurus bisa K.O

Mata kuliah di semester ini mostly ada unsur ilmiah nya, berbau penelitian dan project.
Disitulah challenging nya. Bukan cuma kognitif yang diuji tapi juga dari sisi emosional lo, semua orang akan mulai jadi idealis dan self-oriented. Mungkin nggak semua, but most of them.

Nah, jujur aja
gue itu bukan tipikal orang yang suka menjalani rutinitas yang gitu-gitu aja,
gue tidak setertarik itu dengan teori-teori dan ceramah dosen.
disclaimer : gue tetap mengutamakan kuliah meskipun gue tidak menjadi mahasiswa yang dominan di kelas dan perpus, hehe.
gue suka sesuatu yang dinamis, gue suka pergi keluar bertemu orang-orang baru. Sementara dikampus, gue terbilang lebih fokus sama hal-hal non-akademis,
gue lebih fokus sama lomba-lomba debat bahasa inggris, jadi MC di acara-acara kampus, pergi ikut event promosi kampus, mencoba-coba peruntungan di bisnis baru, dan kadang gue justru disibukan sama freelance yang sekarang ini gue jalani.
Meskipun some of the times gue ngeluh-ngeluh capek karna susahnya bagi waktu (Yudho pasti bosen denger ini) gue tidak merasa studi gue terhambat, apalagi terbengkalai, satu dua nilai yang kurang selalu masih bisa diperbaiki, meskipun gue bukan tergolong mahasiswa yang "Rajin dan Pintar"
tapi gue masih bisa catch up sama mata kuliah gue.

tapi masalahnya adalah...
tidak tergolong mahasiswa yang "rajin dan pintar" terkadang membuat kita merasa tersudut (entah itu cuma prejudice gue yang nggak pernah puas terhadap diri sendiri atau memang kenyataan nya begitu).
Gue jurusan information systems di kampus, even though gue konsentrasi di perancangan film animasi 2D, gue nggak akan bisa lepas dari apps builder, codes, and all those shitty things in regards to my major.
Selalu ada saat-saat gue merasa salah jurusan dan meremehkan diri sendiri.
mungkin gue bisa dikatakan perfectionist, dulu gue selalu kepingin bisa semuanya dan mungkin nafsu ingin master dalam segala hal masih ada sampai sekarang. i never get enough of myself, or even tho for just being grateful of being me (yeah, this  is bad i know.. jangan ditiru).

Believe it or not, gue dulu pernah ikut silat, ikut literature club, ikut grup musikalisasi puisi, basket, ikut english club, modern dance, ikut grup vokal dan coba rekaman sama temen-temen gue (this is so stupid, cause i was just realizing that i totally am having a bad voice)
bukan cuma karna gue mau tau apa sebenarnya yang gue minati tapi juga karna gue merasa terintimidasi melihat orang yang lain bisa sedangkan gue nggak.

balik lagi ke kondisi dimana dikelas gue bukan termasuk kedalam kategori mahasiswa yang menonjol di major gue, disitu gue merasa ada burden ketika  teman-teman sekelas gue bisa keep up very well sama coding-an. Sedangkan gue harus mencerna pelan-pelan apa yang dikatakan modul, dan kalau program nya dimodifikasi sedikit gue kelabakan.
"bagus dong kalo ngeliat orang bisa dan ke-triggered jadi pingin bisa?"
iya bagus, tapi masalahnya when you have tried so hard to understand something and mastering it but fail, then whose to blame?
dari semester satu gue mencoba memahami algoritma dan struktural coding-coding tersebut tapi kenyataanya mungkin gue tidak diciptakan untuk itu.

gue tidak pintar di akademik, gue tidak pernah mencapai parameter Pintar-nya orang orang
yang menganggap bahwa ukuran jenius adalah eksakta dan matematika, i'm a slow runner in certain things, se-termotivasi apapun gue, seberapapun gue berusaha melewati limitation gue, gue tetap tidak bisa mengejar orang-orang yang mindsetnya demikian.
Alasan paling logis kenapa kita selalu memaksakan diri sendiri to meet everyone expectation adalah karna kita tidak ingin diremehkan.

terus Yudho tanya
"papamu punya karyawan nggak? menurutmu kenapa dia ngehire karyawan? akuntan and so so"
"menurutmu kenapa presiden punya mentri?"

terus gue jawab "ya buat bagi-bagi tugas lah"

"kenapasih, fikiranmu itu practical banget"

"ya terus apa? memang itukan alasan nya??"

"sebelum kesitu kamu harus paham, kalau orang-orang yang di hire presiden, orang-orang yang di hire papamu adalah orang-orang yang expert dalam bidangnya, bagian finance pasti kualifikasinya sekolah mastering akutansi bertahun-tahun. Meskipun papamu bisa ngurus keuangan juga, apa iya papamu sanggup ngurusin perusahaan sendiri? apa iya presiden mau ngurus negara sendiri?
semulti-talenta apapun individuals rin, mereka tetap butuh orang lain yang expert di bidangnya, nggak semua orang bisa master disemuanya, kalaupun ada itupun langka"

Terus mulai terbersit bahwa sebenarnya keinginan gue untuk menguasai segala bidang adalah karna tuntutan dari gengsi gue sendiri yang setinggi burj khalifa.

"kamu mastering bidang art dan design, tenang aja rin nggak semua orang bisa, dokter umum nggak akan berani memberi solusi yang memang harus diberikan dokter spesialis, semua ada batasnya, semakin kamu mendalami suatu ilmu itu makin bagus, kalopun kamu mau cross ke coding tapi nggak bisa yaudah jangan dipaksakan, berarti tempatmu memang bukan disitu, aku 19 tahun belajar main gitar, nyanyi, menggambar tapi masih aja aku nggak bisa.
Karna apa? kita diciptakan bukan untuk master dalam semua hal. Bagus kalau kamu master pada bidang mu, nggak perlu kamu ikutin semuanya sekedar untuk dapat pujian orang"

Dan dari situlah gue sadar, i don't have to follow people's standards, pintar itu  relatif,
semua orang seharusnya tau dan berdiri di posisi masing-masing
Allah ciptakan manusia sebagai makhluk paling sempurna, tapi bukan berarti kesempurnaan itu diartikan sebagai kita harus bisa segalanya,

di Indonesia, sistem pendidikan streaming kita untuk bisa semuanya, kalau diluar negeri ada talent recognition, untuk mengetahui anak ini akan mastering bidang apa dan dimana minatnya
tapi disini, monyet dituntut untuk bisa terbang, burung bisa berenang dan ikan bisa memanjat.

dengan melihat flaws di diri sendiri bukan berarti kita harus minder, bukan menyerah tapi bukan juga kemudian jadi ambisius then trying to meet others expectations,
you need to find a thing then finding out how that thing can carry you on to your dreams.

nggak melulu engineer sukses dan seniman itu suram,
semua hal, bahkan sekedar main game pun kalau kita put effort dan mastering disitu
bisa jadi ladang rezeki kok.

jadi sekarang, untuk mahasiswa-mahasiswa yang struggle dan merasa salah jurusan
jalani dan tekuni aja, ilmu nggak pernah sia-sia apalagi membawa kerugian

semoga bermanfaat, sampai jumpa di #randomtalks selanjutnya







Wednesday, July 19, 2017

TIPS BERLATIH BAHASA INGGRIS ALA GUE

first, disclaimer : gue bikin post ini bukan karna gue ngerasa udah mahir
tapi gue nulis karna gue ingin berbagi sama kalian, cara gue latihan berbahasa inggris.
seandainya kalian punya cara yang kalian rasa juga efektif
feel free to leave your comment below.

Jadi banyak banget (gak banget juga sih), ada beberapa  orang
yang nanya sama gue, gimana sih biar enjoy belajar bahasa inggris?
gimana sih biar cepat bisa? (kalo cepat bisa, tergantung sama pribadi orang nya sendiri ya
seberapa besar effort dia dan seberapa banyak dia berlatih)
jadi semoga post ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

gue pribadi nggak suka memakai kata "belajar"
kenapa? simply because "study" itu kata yang boring buat gue. hehe.
pasti kalo denger kata belajar tuh kesan nya sangat serius dan tegang, padahal nggak juga.
jadi untuk mengurangi kesan yang serius dan kaku gue memilih kata "berlatih"
baiklah, masuk ke tips yang pertama



1. lihat kebutuhan
jadi, dosen bahasa inggris gue di kampus
pernah bilang, bahwa metode belajar bahasa inggris itu tergantung kebutuhan.
maksudnya?
maksudnya adalah ketika lo mau mempersiapkan TOEFL, IELTS, atau tes-tes serupa, atau lo mau menjadi tenaga pengajar bahasa. lo harus belajar formula nya, untuk memudahkan lo, lo harus menghafal rumus tenses, banyak berlatih soal, jadi lo lebih baik menggunakan metode writing dan reading, which ini menurut gue bisa dengan jalur formal, lo ikut courses di sebuah lembaga belajar bahasa, atau online juga bisa, terlebih kalau lo mau jadi tenaga pengajar
lo diharuskan untuk mengambil jurusan sastra inggris di perguruan tinggi.

sedangkan, kalo lo aiming bisa bercakap-cakap dalam bahasa inggris (daily conversation/general conversation) lo bisa mulai dari mengobservasi, atau memperhatikan bagaimana native speaker bicara, lo ga harus les mahal ditempat yang guru nya native speaker, atau kuliah sastra menurut gue, jaman sekarang di era  modern kayak gini, dengan nonton film, youtube, atau melihat konten-konten yang berbahasa inggris aja bisa jadi media pembelajaran lo.

ketika lo sering mendengar dan tahu how to pronounce a word, lo sadar ataupun tidak sadar, cepat atau lambat, lo akan mahir berbahasa inggris, tapi dengan catatan lo harus mempraktekan apa yang sudah lo pelajari either reading and writing, ataupun speaking and listening.

trust me, kalo lo sudah tahu dan bisa memilah kebutuhan lo dalam mempelajari bahasa, lo akan lebih mudah mempelajari bahasa tersebut, fun fact nya adalah banyak juga orang di luar sana, orang-orang inggris terutama yang bahasa sehari-hari nya bahasa inggris juga masih sulit mengerjakan toefl atau ielts test,
kenapa? karna ketika lo bicara, lo nggak harus punya pengetahuan spesifik tentang formula dari kata-kata tersebut, lo nggak harus berfikir apakah grammar lo benar ketika lo lagi berbincang sama orang lain, sama aja ketika lo berbicara bahasa indonesia, lo nggak harus berbicara sangat baku and like "duh bener nggak ya SPOK gue?" begitu juga ketika lo mau lolos test toefl dan belajar grammar dengan menonton film, meskipun beberapa orang berhasil
tapi i find it hard for myself sih, dan kemungkinan berhasilnya kecil (kalo gue) soalnya waktu gue mencoba test toefl gue mager parah buka buku, jadi gue cuma sering-sering nonton, liat-liat lirik lagu bahasa inggris aja dan hasilnya tidak memuaskan.
jadi saran gue, coba fokusin dulu diri lo kearah mana lo mau menggunakan bahasa inggrisnya

honestly, gue juga  masih belajar writing and reading kok, cukup mahir berbicara nggak jadi jaminan bahwa lo akan passing those tests guys, jadi keep practicing terutama yang mau kuliah keluar negeri yang basically bahasa sehari-harinnya bahasa inggris. jangan patah semangat! terus berlatih guys! hehe.

2. Menggunakan bahasa inggris sesering mungkin
nah, menurut gue, ini yang paling penting. ibarat pisau makin diasah pasti makin tajam kan, serutan pensil kayu jaman SD yang kalo nggak dipakai jadi tumpul, begitu juga skill kita
kita harus sering berlatih guys, berlatihnya ya dengan menggunakan bahasa itu tadi.

"tapi gue nggak  tau kapan make nya ri.."
No excuse sih menurut gue, kalo lo lagi berlatih writing and reading lo bisa sesering mungkin baca buku yang berbahasa inggris, lo bisa mempraktekan nya dengan menulis essay atau menulis buku harian yang ditulis menggunakan bahasa inggris, terus kalo lo mau berlatih bicara lo bisa karaoke bahasa inggris doesn't matter if it's di tempat karaoke, di kamar kos depan laptop (yang penting jangan sampe temen sebelah kamar lo terganggu) or even sambil nyuci baju, nyuci motor, lo bisa berlatih bahasa inggris dengan bernyanyi (tentunya dengan lirik yang benar), atau ngobrol sama diri sendiri "hmm, i'm starving, let's buy some food" atau pas lo misalnya bercermin "i have two eyes, one nose, one mouth, alhamdulilah" gitu misalnya.
kalo cara yang biasa gue pake sih begitu, mungkin kalian bisa turut mencobanya. hehe.

3.Surround yourself  with people that's having the same interest ( berkumpulah dengan orang-orang yang juga memiliki tujuan sama seperti kamu )
yang paling membantu adalah ketika sekitar lo memaksa lo untuk berbicara bahasa inggris,
sebenarnya lo nggak harus pergi keluar negeri dengan budget yang wow
hanya untuk mencari environment bahasa asing.
nggak harus juga kuliah di kampus internasional dengan biaya selangit, cukup
lo cari aja organisasi yang didalamnya orang-orang berbicara dengan bahasa asing which in this case, bahasa inggris, banyak kan sekarang komunitas bahasa gitu? coba deh gabung, selain nambah ilmu pasti nambah relasi juga kan?
atau mungkin kamu bisa ajak saudara, teman atau orang-orang dirumah bikin english area, atau english day dimana hari itu, atau area itu kamu harus berbahasa inggris, dan ada sanksi buat yang melanggar.
selain itu sekarang ada kampung inggris di pare jugakan?
dimana lo sehari-hari harus berbahasa inggris, interesting isn't it?
banyak banget deh yang bisa support kalian-kalian yang mau berlatih berbahasa.

4.Challenge yourself
kalo menurut gue ada perlu nya juga ketika lo merasa pengetahuan lo
mulai bertambah, lo mencoba tantangan seperti ikut di beberapa lomba, atau presentasi
yang butuh skill berbahasa,

5.PERCAYA DIRI
kenapa gue nulis percaya diri pake capslock? karna percaya diri adalah hal yang krusial menurut gue.
rasa tidak percaya diri dan takut salah menjadi penghambat maju nya seseorang.
padahal kita nggak akan dapat pembelajaran kalo kita nggak salah dulu, semua orang pasti pernah salah dan pernah kalah.
selain itu, yang menjadi pemicu ketidak percayaan diri lainnya adalah toxic environment.
dimana seseorang melakukan ini itu karna mau maju tapi dicemooh.
jadi, ada cerita menarik, dulu waktu SMP gue punya seorang teman yang namanya tidak bisa
gue sebutkan, gue sama dia sering lomba bahasa inggris bareng,
di SMP gue, guru bahasa inggris paling kenal sama kita berdua deh intinya (karna memang kita berdua sering dikirim mengikuti lomba-lomba bahasa inggris kayak speech, storytelling dan teman-temannya lah). long story short
gue sama dia sering dipandang aneh sama temen-temen gue yang lain
dibilang sok, sombong, dan semacamnya karna gue kalo ketemu sama dia sering sapa-sapaan pake bahasa inggris like "hi girl, where have u been" gitu gitu lah.
terus kalo ngobrol sama dia (sama dia doang) pake bahasa inggris.
gue mencoba memberi pemahaman ke mereka sih kalo sebenarnya, gue nggak bermaksud sok atau sombong karna berbahasa inggris di sekolah,
dan gue ngobrol bahasa inggris sama satu orang teman gue  ini karna memang
kita berdua punya interest yang sama yaitu berlatih mmenggunakan bahasa inggris.
cuman ya, kita nggak mungkin menanamkan paham kita ke semua orang
kita punya dua tangan yang nggak mungkin menutup mulut semua orang
jadi lebih baik dipakai untuk menutup telinga sendiri
iya nggak sih?
nah pada akhirnya yang dapat manfaatnya kita juga kan?
dan orang-orang yang gue ceritain tadi akhirnya sadar dan mengerti
malah akhirnya mau gabung dan mau mencoba metode belajar gue sama si teman gue itu.
gitu guys, hehe.
jadi kalo ada teman kalian yang kadang suka bicara bahasa asing apapun itu jangan di ledekin, jangan dikatain, malah bantu aja mereka belajar, tanya artinya apa, atau minta diajarin juga malah lebih bagus hehe.

6.Regular practice
jangan cepat puas sama dirimu, bahasa itu terus berkembang, coba gali lagi lebih dalam.
cari-cari kekurangan kalian, di bagian mana yang kalian kira-kira masih belum menguasai, lebih baik kalian berlatih rutin meskipun sedikit daripada kalian berlatih banyak, berjam-jam tapi cuma beberapa kali aja.

segitu dulu dari gue, kalau kalian punya metode pembelajaran yang juga efektif, atau mau koreksi kata-kata aku boleh banget comment dibawah, semoga bermanfaat!

Friday, July 14, 2017

SUKA DUKA jadi leader English Debating Society 2016-2017

Hi guuysss!! gue akhirnya menulis lagi setelah beberapa hari mager mode.
gak tau kenapa tapi sumpah gue lagi males-malesan akhir-akhir ini mungkin efek mau
datang bulan or what.
well, ga terasa dua tahun sudah gue di jogja, kuliah di universitas yang menurut gue
"ajaib" yaitu universitas Amikom Yogyakarta. Mengikuti banyak kegiatan
internal kampus (gak banyak sih sebenernya) tapi lumayan lah
menyibukkan diri.
but karna gue sudah mau masuk semester lima,
which gue harus mempersiapkan skripsi
gue yang inshaAllah mau gue  ambil di semester
enam atau tujuh. (AAAMIIIINNN)
hence, sudah saatnya gue menyerahkan jabatan gue di english club sebagai
ketua divisi debat bahasa inggris ke adik-adik atau junior-junior gue, so gue mau cerita sedikit
suka dukanya gue di EDS relate to selama gue menjabat sebagai ketua divisi.








pertama-tama suka nya dulu ya, suka nya yang pertama pastinya gue ketemu banyak orang baru.
awalnya gue gabung sama EDS tuh karna diminta sama kemahasiswaan, setahun lalu
who is bu yatmi, karna waktu itu EDS lagi crucial bgt, butuh peserta untuk lomba
jadilah gue diutus dan diperkenalkan sama ka Andreas yang sekarang udah kerja di jakarta
sebagai data scientist. more over, untuk menghadapi NUDC 2016 pastinya kan gue latihan yah
singkat banget men latihannya sebulan doang hahaha.
Nah selama latihan itu gue ketemu sama lovely seniors, ada kak gulam, ada kak clarissa, kak dinda,
kak olive, kak vishnu, dan mereka semua baik banget, lovable banget, dan asik banget.
Despite of gue emang orangnya SKSD haha (sok kenal sok deket).
Mereka dengan senang hati meluangkan waktu ditengah kesibukan mereka
I feel that they had such bonding to this community or whatever they call it.

i'll be forever grateful and proud to be part of this community. more over, family.

terus selain ketemu orang-orang baru, gue discover bahwa orang-orang di grup ini tuh unik-unik banget, mereka ini orang-orang yang sangat kritis, sudut pandang mereka, cara mereka
speak up opini mereka tuh berbeda satu dengan yang lain,
gue belajar banyak, dan makin sadar bahwa "anjir rindana lo tuh ga ada apa-apanya"
my knowledge is so little, yang tadinya gue gak pernah peduli tentang isu-isu ekonomi, politik
terus akhirnya gue jadi perduli, sekarang setelah gue cukup lama di EDS, kalo ngebaca berita tuh gue berfikir ga cuma dari dua sisi aja, jadi di dalam debate tu sudut pandangnya banyak banget, bukan cuma pelaku dan korban, tapi keluarga korban, keluarga pelaku, pelaku diatas pelaku, sebab musabab, akibat, dan banyak banget  sih yang nge-godok cara berfikir gue, yang maksa gue
untuk melihat segala sesuatunya tuh with both eyes wide open.
Percaya deh ini terpakai juga dalam menghadapi permasalahan sehari-hari.
Belum lagi kalo kita sparring, lomba, pasti kenal dan ngobrol sama lebih banyak lagi orang-orang dengan mindset yang "wow ko gue gak kefikiran sampe situ yah?" dan "oh iya juga ya"
lebih banyak oh.. oh.. nya gitu sih.
jujur sih, gue ngerasa dummy banget kalo lagi diskusi di forum kayak gini. Tapi itu lah
gue belajar BANYAK BANGET hal baru, like literally a lot of things.

Further more, apa ya.. dapet pacar sih AHAHAHAHA.
Gue sama Yudho kan ketemu di EDS, yang bikin gue kagum sama doi
adalah kadang gue ngerasa he's so damn smart.
jadi kalo ada hal yang dia gatau dan gue tau, terus gue  kasih  tau dia, itu rasanya
"hell yeah" terus ada angin-angin gitu, gue merasa one step ahead.
HAHAHA.

dio-riri-yudho NUDC 2017
well then.. apa lagi ya, yah gitu sih banyak kan yang bilang kalo pacaran satu oraganisasi ga sehat, nanti ga profesional lah apalah. tapi gue ngerasa biasa aja si, literally biasa aja. (gataudeh yang lain liat nya kita gimana) hehe.
sebenarnya EDS tuh media kita sih selain karna kita emang suka berbahasa inggris, juga untuk bisa nunjukin kalo gak selamanya pacaran itu
activity nya negatif, kita bisa kok cari ilmu bareng. buka wawasan, experienced a lot of things together, yah pokoknya gitu deh.. banyak yang sudah gue dan Yudho rencanakan.
however kalo lagi diskusi dapet aja gitu feel nya, kalo lagi sependapat  terus berargumen, dan kita nyambung, apalagi kalo lagi dapat motion yang kita sama-sama ngerti pasti seru banget bahasnya. menggebu-gebunya dapet gitu,
Nah, susahnya kalo adu argumennya bersimpangan, whenever kita berdebat, debatnya itu nggak ada habis-habisnya. Padahal kadang topiknya gak penting juga, sampai salah satu dari kita ada yang "yaudah iya-iya" atau kalo enggak itu  debat bakal panjang dan kita marahan (hahaha)
terus kalo kayak pas NUDC kemarin pas di semi final, gue panic attack ya kan, terus Yudho yang biasanya menenangkan gue panik juga, we both have no idea about the motion!!
terus gue susah cerna apa yang Yudho jelasin sampe dia kesel, akhirnya gue ngambek
pokoknya kacau deh, kacau.
gitu sih obstacle nya buat kita hehe.
kita masih belajar buat manage emotion sih dimoment yang pushy kayak gitu.

hehe udah ya, ini jadi cerita Yudho lagi.
Nah, terus kalo DUKA nya, nih DUKA nya aku di EDS
hahaha, karna gue cewek kali ya, dan penuh dengan perasaan
jadinya gue kalo udah berusaha menghubungin members untuk latihan
tapi pada datang terlambat atau lebih parahnya nggak datang, itu sedih banget
but, ada hikmahnya juga sih karna tau rasanya di PHP-in kayak gitu gimana,
jadi gue bertekad kedepannya gue tidak mau membuat orang lain merasa seperti  itu
HAHAHA. tenang, bukan pencitraan kok guys.

Belum lagi kalo ada lomba gue harus ngurusin mulai dari pendaftaran sampe hari H lombanya,
udah gue yang lomba, musti latihan, harus bikin proposal biar dana nggak telat cair dan bisa bayar coach, itu gregetnya sih. Tapi berkat pengurus AEC lainnya alhamdulilahnya, semua bisa
teratasi, terimakasih banget terutama buat kak Hendra, Ketua umum nya AEC, yang nanyain gimana lomba, ngasih saran, dan bahkan mau gue paksa datang latihan kalo latihannya lagi sepi banget (karna member EDS pada ngga datang latihan dengan beribu-ribu alasan). hehe.
Terus buat Riski juga, sekretaris super sabar dan super baik yang ngurusin proposal event-event,
you're da real MVP, buat afif juga bendahara yang baik banget, sabar banget, pokoknya without you guys ga tau deh gue gimana.
Serta semua member AEC atas supportnya
(ini kenapa jadi kaya preface nya skripsi ya) hahaha.

gitu aja sih, terimakasih sudah berkunjung






Monday, July 10, 2017

INDONESIAN CULTURE, THEY SAID.

Hi fellas! sesuai janji gue, gue bakalan ceritain sedikit tentang pengalaman gue
selama freelance ( kerja lepas ) sama dua orang dari 'semacam'  perusahaan di USA.
mulai dari impression gue dan mereka tentang Indonesia tercinta. OK, so where to  begin?




so ok, tahun lalu gue dimintai tolong sama salah seorang senior gue untuk jadi interpreter, jadi Mr.L dan Ms.M ini adalah costumer dia di perusahaan multmedianya, dia bilang kalo dua orang costumernya ini datang dari Texas.
Well, dengan senang hati gue membantu karna gue suka ketemu orang baru apalagi sama orang luar, gue gak expect  apa-apa sih waktu itu, gue fikir "ah paling cuman sebatas terjemahin aja terus pulang".
Sebelum pergi gue sama senior gue makan dulu, soalnya katanya si Mr and Ms ini nggak pernah dan nggak bakal ngajak makan siang (kira-kira begitu setelah mereka dua kali berkunjung ke Yogyakarta).

Mereka friendly banget  dan kita ngobrol banyak, mereka nanya kenapa ada orang bernyanyi di waktu waktu tertentu (adzan), gue ngobrolin Trump dan mereka bilang mereka juga surprised, Trump bisa menang di pemilu kemarin, gue banyak tanya-tanya soal orang-orang berjilbab di sana
(itu sebelum ada ultimatum dari Trump kalo dia nge-ban muslim masuk ke USA), mereka bilang ada beberapa orang disana pakai meskipun sangat jarang,
kita banyak bicara soal kearifan lokal dan beberapa must-visited places di Indonesia.
They  said that they would love to travel around this beautiful country.



setelah berkeliling hari itu dan mereka bertemu beberapa pengrajin untuk usaha mereka dan mendapatkan beberapa buah tangan mereka kembali ke hotel.
Mereka ngasih gue sekotak coklat dan uang tunai, and more than i ever expected mereka nge-hire gue jadi interpreter mereka sekaligus untuk  supervising pekerja yang ada di Yogya!
So, mereka membuat aksesori seperti tas, dompet, dan banyak lagi lainya dari bahan-bahan yang eco-friendly. It's amazing, i know.

I'm still working with them until i shared this post, and it's always challenging working with them. I met so many different people who share their experience with me and Yudho. We've been to many places around Yogyakarta as well, it's kind of adventure to me.

Pahit manisnya bikin gue jadi sedikit banyak paham soal etos kerja dan gimana pandangan orang luar terhadap kita (mungkin ini nggak bisa digeneralisasi) tapi yang gue perhatikan dari
atasan gue sih gitu.
Guys selama ini sadar gak sadar kita tuh banyak kerja nggak sesuai deadline, kita menganggap janji cuma sekedar perkataan yang kalo nggak ditepati, masih ada banyak cadangan alasan padahal itulah yang menghambat kita, hal ini berujung pada ketidak konsisten-an kita dalam bekerja, dan pada akhirnya membuat profesionalitas kita menurun.
kita masih mengulur-ulur waktu, menganggap deadline bisa dikejar dalam semalam tanpa melihat kapasitas diri, padahal semua itu hanya akan menyulitkan kita sendiri,
apalagi kalau bekerja dengan orang-orang luar yang sangat berpegang pada timeline
semua sudah diatur dalam schedule.
selain itu,
sifat yang terlalu mudah dikompori ,dan sifat ikut-ikutan juga salah satu yang harus dihindari
pernah suatu ketika, seorang pengrajin profesional sudah sepakat untuk mencoba mengerjakan satu sample tas yang terbuat dari anyaman kertas, lalu tiba-tiba ia membatalkan nya dengan alasan "saya dengar dari si A katanya Mr and Ms itu sangat rewel dan terlalu banyak permintaan selama proses produksi."
dengan mudahnya dia membatalkan perjanjian sampai Ms.M bilang


"why do people  there always making commitment and then don't fulfill it, 
is that a culture  thing?"

"kenapa orang disana selalu membuat komitmen dan kemudian tidak memenuhinya apakah itu sebuah budaya/adat atau sesuatu?"
nyesek gak sih? kemudian orang kita di  cap sebagai rekan bisnis yang tidak berkomitmen.
Meskipun bukan gue yang jadi pengrajinya tapi sedih juga dengernya.
belum lagi orang yang ditegasin dikit terus langsung nggak mau kerja lagi (karna tersinggung sama kata-kata rekan kerja ataupun pelanggan), atau bahkan sampe menyebarkan kabar ke pengusaha lainya untuk tidak menerima order dari costumer tersebut
jadi seperti mendendam atau semacamnya.
padahal, maksud dari costumer memberi kritik dan saran itu untuk membangun,
dalam dunia kerja, baperan atau bawa perasaan is not a good thing as well.
sebenarnya ini jadi pembelajaran untuk diri sendiri (a note to self)
harus jadi pribadi seperti apa dalam dunia kerja dikemudian hari.

Apapun pekerjaannya, bahkan tukang parkir sekalipun kalau mannernya baik, kerjanya konsisten dan nggak cuman tiba-tiba muncul dari semak-semak pasti bisa kok mendatangkan rezeki
belum lagi berkah yang tidak berkesudahan

mari kita sama-sama koreksi diri untuk jadi pribadi yang lebih baik, karna sejatinya untuk merubah bangsa ini, semua dimulai dari diri kita sendiri! (wih berat banget bahasa gue) (hehe okay thanks udah baca blogpost gue kali ini, see ya!)

Thursday, July 6, 2017

Public Speaking Tips and Self Experiences!

Banyak banget pertanyaan yang ditunjukan ke gue sejak SMP dulu berkaitan dengan public speaking. very well guys, di post kali ini gue mau sharing sama kalian seputar public speaking dan mungkin gue bakal ngasih beberapa tips untuk menghadapi audience dan bagaimana terlihat percaya diri saat berbicara di hadapan publik ala gue.

ga ada ilmu pasti berkaitan dengan kemampuan intra personal apalagi public speaking, it depends on the people themself. Menurut gue cara paling efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara didepan umum adalah dengan..

1.Sesering mungkin melakukannya. iya, seseorang bisa karna biasa. Gue percaya bukan hanya bisa, tapi mahir. Terus gimana kalo gak terbiasa? kalo gak percaya diri gimana? percaya diri itu urusan nanti, yang penting kalian harus punya keberanian dulu, keberanian mencoba. Paksain diri kalian sendiri, bilang ke diri kalian bahwa kalian bisa melampaui batas yang ada didalam diri kalian masing masing.

National seminar of artificial intelligence
and big data in amikom university
mungkin awalnya kalian masih gugup, malu-malu, berkeringat, suara kalian bergetar, dan tidak terdengar jelas, tapi lama kelamaan percaya diri itu akan tumbuh seiring bertambahnya jam terbang kalian.

dulu waktu umur gue lima tahun, kalo keluarga gue lagi makan diluar (direstoran gitu). Mami dan Papa gue pasti nyuruh gue buat memesan makanan, minta saus sachet, atau apapun yang  mengharuskan gue ngomong sama pelayan di restoran itu which means gue harus ngomong sama stranger. Gue inget dulu gue malu-malu dan nolak terus (namanya masi balita ya kan) dari ditemenin nyokap sampe akhirnya gue berani untuk menghampiri counter nya sendirian.
i found it totally helpful dikemudian hari, gue akhirnya jadi berani ngomong sama orang, yang gue ga kenal, and the thing is gue tau cara memulai pembicaraan sama strangers. Dari situlah muncul ilmu ice breaking alias ilmu basa basi (thumbs up)

2.Gimana sih cara biar percaya diri? well, ini balik lagi ke diri kalian masing masing tapi kalo gue, gue sering banget  ngomong sama diri gue sendiri dan ngomong didepan cermin, pake ekspresi macem pemeran wanita di serial-serial TV pada zamannya. Gue sering bercermin, i do love myself and i strongly believe that there's nothing wrong about loving myself, well.. as long as it's not too much. and anyway dulu gue sering pulang sekolah jalan kaki bareng sama temen-temen, kadang sendiri.
Kalo lagi sendiri biasanya gue ngobrol sama diri gue sendiri, gue ceritain ke diri gue lagi apa yang terjadi di sekolah hari itu, dan gue curahin apa yang gue rasain (curhat ke diri sendiri sometimes helping loh), semua itu berlangsung bahkan sampai sekarang. Even tho kalian mikir "ah elah narsis banget sih" but guys, narsis in a good way itu perlu loh.  (oh ya, self talking juga salah satu method yang terbukti efektif dalam mempelajari bahasa asing).

akhirnya dari hal-hal kecil itu gue took parts dalam kelas, entah itu presentasi, tanya jawab, lalu ke event-event sekolah, lomba-lomba baca puisi, pidato bahasa inggris, dan bawain acara-acara. Yang paling berkesan buat gue adalah waktu presentasi di mata pelajaran kimia (ini pas gue SMA kelas 10) gue dapet nilai yang terbilang cukup bagus (tapi bagi gue ini lebih dari cukup).
Presentasinya itu tentang senyawa kimia (kalo gak salah). Honestly, gue kurang pandai di pelajaran sains apalagi matematika, gue suka iri sama temen-temen gue yang jago banget berhitung, dan jago bolak balik rumus gitu. Yah, tapi itulah guys, we're beautifully different one another. Meskipun gue ga jago sains tapi gue cukup mahir di bidang seni dan bahasa, jadi gaboleh jealous. Orang udah punya bakatnya masing-masing (hehe).
scholarship seminar by Amikom
English Club
Gelar Karya Mahasiswa Amikom 2016

Okay, back to the story! terus, karna gue clueless akhirnya gue minta jadi moderator (ini juga tips menyelamatkan diri saat presentasi)(lol jangan ditiru).
nah, guru kimia gue ini namanya ibu Femy, beliau ini termasuk suka ngetes kemampuan murid-muridnya dengan kasih pertanyaan yang greget. (nice! you'll die ri, but hey! no) haha.
gue mengubah suasana presentasi hari itu jadi semacam talk show, bu Femy sumringah gitu guys karna liat interaksi antara teman-teman dikelas dan teman-teman yang presentasi.
dia bilang, baru kali itu dia menemukan kelas yang antusias selama presentasi berlangsung (ini bu Femy loh yang bilang, bukan gue).
Hence karna gue jadi moderator awalnya, gue jadi punya waktu mendengarkan penjelasan teman-teman sekelompok gue yang cerdas-cerdas itu, gue juga lah yang memandu tanya jawab, jadi pas dapet pertanyaan dari bu Femi, gue bisa jawab deh!
gue senang,
teman-teman sekelompok gue senang,
bu Femy senang,
dan
teman-teman sekelas gue pun senang.
Selamatlah gue dari presentasi kimia hari itu,
but habis itu gue direkomendasikan sama beliau ke wali kelas buat masuk IPA, dan dia
mati-matian persuade gue buat masuk IPA, (habislah sudah.)


Take chances, make mistakes. That's how you grow. Pain nourishes your courage. You have to fail in order to practice being brave.- Mary Tyler Moore
(source : brainy quotes)

3. Jangan kapok! kenapa gitu? karna dalam hidup pasti satu dua kali kita bikin kesalahan, tapi dari situlah kita belajar. Gue banyak bikin kesalahan ketika presentasi maupun memandu acara, dan     kebanyakan salah sebut nama atu gelar, fyi gue kurang cocok bawain acara formal yang tamu nya tegang-tegang terus harus pake suara perut gitu ngomongnya (haha gak suara perut juga sih). Gue cenderung lebih comfort bawain acara yang santai dan banyak bercandanya, since gue emang rada-rada nyeleneh (kayak gak bisa diem gitu), kan kalo formal harus anggun banget dan sok kalem-kalem gitu kan? ya jadi gue masih terus belajar untuk itu.

Bikin salah terus malu? salah tingkah? sering. apalagi kalo didepan orang-orang penting kayak guru atau dosen gitu, pernah gue rasanya pingin banget pindah kampus habis bawain suatu acara internal kampus. Waktu sesi formal, gue dan rekan MC gue nyebutin dosen yang gak hadir disitu saat itu, orangnya kesebut dua kali, dan parahnya lagi gue gak tau gelar dosen yang saat itu datang karna gak tertulis di Qcard nya dan literally gak sempet nanya ke panitia nama itu dosen, pas lagi bacain nama-nama untuk nominasi apa yang dibacain beda sama yang muncul di layar. for real, gue malu banget. Emang sih salahnya waktu itu kita kurang kordinasi karna nggak briefing dulu.  Tapi dari situ gue belajar untuk lebih profesional lagi, lebih banyak tanya ke panitia mengenai acara yang bakal gue bawain, lebih prepare, minta di briefing sejelas-jelasnya, dan lebih cekatan kalo ada perubahan di rundown.

It might doesn't seems like a big deal to lead a ceremony. but, it's totally amount to something.

pembubaran dan penganugrahan penghargaan asisten
praktikum universitas amikom yogyakarta
2016

4.Sebelum bicara, jadilah pendengar yang baik,
gue sendiri sering cari referensi di youtube atau memperhatikan speech orang lain
entah itu untuk leading ceremony, presentasi maupun lomba. Mungkin itu bisa membantu kalian juga.

5.Jangan memandang rendah orang lain, karna kapasitas kita dan orang lain berbeda, ini masuk juga ke manner kalo kalian memandu jalan nya sebuah acara. 
pernah suatu ketika gue jadi MC untuk sebuah acara seminar, seminar beasiswa lebih tepatnya.
Gue dipasangkan sama seorang senior, gue ga begitu kenal orang ini, kita baru ketemu sekali, dan belum pernah ngobrol banyak.Jadi di awal acara kita pake bahasa asing (di sesi formal untuk sambutan-sambutan gitu), terus akhirnya masuk ke sesi ice breaking dan kita nge-MC pake bahasa indonesia. 
yang bikin gue kaget adalah senior gue ini (mungkin mau ngelucu) bilang berkali-kali ke audience "yah daripada kalian ga ngerti jadi kita pake bahasa indonesia aja yah", "gimana tadi kita ngomong pake bahasa inggris kalian ngerti nggak?"
god damn it, gue  langsung shock. Gimanapun kalian gaboleh nge-underestimate audience.
gue agak emosi gitu sama partner gue saat itu dan malu sendiri, tapi ya mau gimana? jadi pelajaran lagi, bahwa kalo nge-MC bareng paling enggak harus ada obrolan ringan dulu sama partner MC kalian hehe biar nggak terjadi jokes-jokes diluar ekspektasi seperti itu.

entrepreneurship seminar in amikom university - 2015
6.Sesekali berkumpulah dengan orang-orang yang juga public speakers, orang-orang inspirasional, atau ikutilah ekstrakulikuler yang menuntut kalian untuk berbicara didepan umum (even tho dengan ikut organisasi aja itu udah membantu banget), coba deh  ikut seleksi-seleksi atau lomba-lomba yang meng-encourage kalian untuk banyak berbicara di publik. 
Kalo gue, gue ikut komunitas debat bahasa inggris di kampus (emang dari SMP juga udah ikut english club dan sering coba-coba ikut lomba speech, dan story telling meskipun ga pernah menang sih), gue bisa jamin kalian akan banyak mendapatkan benefit disana kalau kalian enjoy tapi serius. hehehe.

Kalo kalian udah terbiasa, dan berbicara di depan orang banyak udah bukan hal baru lagi, pasti kalian bisa lebih leluasa mengeksplorasi diri kalian sendiri. Kalian bakal figure out, style kalian ketika membawakan materi atau presentasi itu seperti apa, mengalir dengan sendirinya. cause i found myself a different person every time i'm speaking in front of everyone's eyes. Terutama waktu lagi debate
and it was amazing, for real.

University Debating Championship 2017

That's all guys, Semoga bermanfaat!
kalo kalian mungkin punya cara yang menurut kalian lebih efektif boleh banget comment di post ini, atau kalo ada salah-salah kata boleh banget di koreksi,
karna aku juga masih harus banyak belajar dan cari banyak pengalaman.

sharing terus sama aku dengan follow blog ini dan social media aku yang lainnya .

THANKYOU XO MUCH!

Search This Blog